Profesi Keteknikan
Iwan Sunaria 18 Januari 2024
Profesi Keteknikan
Profesi keteknikan terdapat dalam 2 kata yaitu profesi dan keteknikan
Apa itu profesi? Profesi merupakan pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan tidak termasuk dalam profesi. Lalu apa perbedaan di antara keduanya dan apa itu profesi? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang dimaksud oleh profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi oleh pendidikan keahlian, seperti keterampilan serta kejuruan tertentu.
Apa itu teknik? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian teknik adalah pengetahuan dan kepandaian membuat sesuatu yang berkenan dengan hasil industri (bangunan atau mesin).
Teknik juga dapat diartikan sebagai cara membuat atau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan seni. Ataupun metode atau sistem mengerjakan sesuatu. Untuk penjelasan lebih lanjut,
Kata teknik juga sering disebut dengan rekayasa, yakni penerapan ilmu dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan manusia.
1. Pengertian etika dan moral serta hubungan antara keduanya
Etika adalah suatu refleksi dari apa yang disebut dengan “self control“, karena segala sesuatu yang dibuat dan diterapkan merupakan suatu kebiasaan dan tanpa paksaan untuk kepentingan individu/kelompok itu sendiri. Dapat disebut juga sebagai filsafat moral yang berbicara tentang tindakan manusia.
Etika tidak mempersoalkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma, diantaranya norma hukum, norma moral, norma agama dan norma sopan santun. Norma hukum berasal dari hukum dan perundang-undangan, norma agama berasal dari agama, norma moral berasal dari suara hati dan norma sopan santun berasal dari kehidupan sehari-hari.
Kata moral meiliki arti terminologis sama dengan etika, yakni yakni nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang dan sekelompok orang yang sedang mengatur tingkah lakunya, jika kita mengatakan misalnya, perbuatan seseorang itu tidak bermoral, itu dimaksudkan bahwa kita menganggap perbuatan seseorang tersebut elanggar nilai-nilai dan norma etis yang berlaku dalam masyarakat. Moral juga berarti tingkah laku dan moral itu sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu moral baik dan moral jahat. Moral baik ialah segala tingkah laku yang bernilai baik, sedangkan moral jelek ialah tingkah laku yang bernilai jelek. Etika berkaitan erat dengan moral karena pada dasarnya moral adalah tingkah laku yang telah diatur atau ditentukan oleh etika.
2. Pengertian profesi
Profesi memiliki arti sebuah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan dan keahlian khusus. Suatu profesi biasanya memiliki kode etik, khusus untuk bidang profesi tersebut. Sedangkan profesi menurut De George adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.
Profesi adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris “Profess”, yang bermakna Janji untuk memenuhi kewajiban melakuakn suatu tugas khusus secara tetap. Profesi sendiri memiliki arti sebuah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan dan keahlian khusus. Profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses setrifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi, karena profesi memiliki karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya.
Sebuah profesi terdiri dari sekelompok terbatas dari orang-orang yang memiliki keahlian khusus dan dengan keahlian tersebut mereka dapat berfungi di dalam masyarakat jauh lebih baik jika dibandungkan warga masyarakat lain pada umumnya, atau dalam arti yang lain, sebuah profesi adalah sebuah sebutan atau jabatan dimana orang yang menyandangnya memiliki kemampuan dan pengetahuan khusus yang diperolehnya dari ‘training’ atau pengalaman lain atau bahkan diperoleh dari keduanya, sehingga penyandang profesi dapat memberi nasihat/saran, juga melayani orang lain dalam bidangnya sendiri.
3. Penjelasan tentang teknik pertanian serta cakupan-cakupannya
Teknik Pertanian adalah ilmu yang mempelajari tentang pertanian namun melalui pendekatan keteknikan/rekayasa dengan melakukan transformasi sumberdaya alam secara efisien dan efektif untuk memenuhi kebutuhan manusia yang semakin lama semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Ilmu Teknik Pertanian menitikberatkan pada beberapa disiplin keilmuan dan tidak terbatas pada penggunaan traktor, disiplin keilmuan antara lain adalah dasar perencanaan, perancangan, pengembangan, dan penerapan unsur-unsur kesatuan sistem produksi seperti manusia, mesin dan peralatan, sumber daya pertanian, serta dasar-dasar teknik dalam bidang pertanian mencakup bidang teknik budidaya pertanian, teknik sumber daya alam pertanian, teknik proses hasil pertanian/pangan, energi dan listrik pertanian, perbengkelan dan instrumentasi di bidang pertanian, alat dan mesin pertanian, sistem dan manajemen keteknikan pertanian, lingkungan dan bangunan pertanian, serta teknik tanah dan teknik sumber daya air, sistem pengairan dan pengolahan hasil pertanian, bahkan seluruh proses dan berbagai aspek dalam budidaya tanaman dan proses pengolahan hasilnya juga menjadi cakupannya.
Teknik pertanian merupakan suatu cara untuk memaksimalkan efisiensi usaha pertanian guna meningkatkan produktivitas, mutu, produk-produk pertanian, kesejahteraan petani, dan kelestarian lingkungan. Efisiensi tersebut meliputi lahan, tenaga kerja, energi, dan sumber daya (benih, pupuk, dan air).
4. Apa saja perlunya etika dan moral dalam sebuah profesi
Etika dan moral diperlukan dalam bidang keteknikan yaitu untuk perilaku anggotanya dalam menjalankan praktek profesinya bagi masyarakat dan lingkungannya. Standar-standar etika dan moral merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan kejujuran dari seorang tenaga ahli profesi. Dalam rangka menjunjung tinggi kehormatan dan martabat profesi keteknikan sesuai dengan kode etika profesi keteknikan menurut ABET terdapat 4 (empat) prinsip dasar (fundamental principles) yang harus dilakukan oleh insinyur, yaitu:
- Menggunakan keterampilan dan pengetahuan para orang teknik untuk peningkatan kesejahteraan manusia.
- Menjadi tidak berat sebelah dan bersikap jujur, melayani dengan ketepatan publik, serta pemberi kerja dan klien para orang teknik.
- Bekerja keras untuk meningkatkan kemampuan wewenang.
- Mendukung profesional dan masyarakat yang teknis dari disiplin.
Setiap profesi mempunyai etika profesi atau pernyataan tentang perilaku profesi yang akan menjadi garis besar atau pokok peraturan profesi. Kemudian ditetapkan batas-batas apa yang boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan dalam profesi.
Bila profesi keteknikan tanpa adanya etika profesi, kepercayaan masyarakat akan berkurang dan akan terjadi penyalahgunaan dalam keteknikan itu sendiri. Sehingga pentingnya etika profesi ini dalam mewujudkan harapan yang dinginkan dengan hasil baik tanpa melakukan tindakan-tindakan penyimpangan yang tidak diperlukan.
Etika dapat memberikan batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya. Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip–prinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum dinilai menyimpang dari kode etik. Selanjutnya, karena kelompok profesional merupakan kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat, sesama profesi sendiri.
Oleh karena itu, dapatlah disimpulkan bahwa sebuah profesi keteknikan hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya.
5. Hal yang terjadi jika profesi mahasiswa teknik pertanian tanpa etika
Apabila profesi keteknikan tanpa etika profesi, apa yang semula dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh menjadi sebuah pekerjaan biasa yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujung-ujungnya akan berakhir dengan tidak adanya lagi kehormatan maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini.
Yang terjadi adalah banyak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh seorang teknik, hal itu akan banyak merugikan kehidupan orang lain dan diri sendiri.
Hal-hal lain yang terjadi misalnya:
a. Penurunan tingak kepercayaan masyarakat kepada seorang teknik tersebut.
b. Pemboikotan produk hasil ciptaan seorang teknik tersebut.
c. Pencabutan kode etik profesinya.
d. Penundaan proyek karena merugikan masyarakat.
6. Cara mempertahankan etika dan moral dalam suatu profesi
Dalam dunia yang seperti sekarang ini etika dan moral jarang ditemukan dalam diri seorang profesional, maka dari itu sebisa mungkin kita dapat mempertahankan etika dan moral, ada beberapa cara diantaranya
a. Banyaklah beribadah kepada Tuhan yang maha esa
b. Hindari pikiran negatif yang dapat merusak etika dan moral
c. Seringlah berpikir bahwa tujuan kita sebagai profesional adalah untuk menyejahterakan masyakarat bukan hanya mencari keuntungan
d. Pahamilah bahwa menyejahterakan masyarakat adalah tujuan utama
7. Penyebab banyak yang mengesampingkan etika dan moral
Penyebab banyak yang mengesampingkan etika dan moral, niatan seorang profesional dalam menjalani profesinya, niat itu penting karena jika niat seseorang profesional ingin menyejahterakan masyakarat. Mungkin juga karena faktor dari lingkungan, terpengaruh dengan profesional yang lain, yang mepunyai minim etika dan moral.
8. Timbal balik sebuah profesi jika profesionalnya beretika dan bermoral baik
Pasti timbal balik itu ada, jika seorang profesional mempunyai etika dan moral yang kuat dan tidak mudah hilang, maka profesinya akan berjalan lancar serta banyak dijunjung oleh masyarakat, namun jika seseorang profesional yang minim etika dan moral, masyakarat akan tidak menghargai seseorang tersebut.
Karakteristik Profesi
Profesi merupakan pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi memiliki karakteristik atau cirinya sendiri yang membuatnya berbeda dari pekerjaan. Agar tidak bingung, berikut penjelasan karakteristik profesi.
1. Telah Melalui Uji Kompetensi
Profesi dinilai sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh seorang profesional sesuai dengan bidang keahliannya. Oleh karena itulah, untuk dapat menjalankan profesi tersebut, maka seorang profesional harus bersangkutan dengan uji kompetensi dan lulus dari ujian tersebut. Melalui ujian tersebut, maka dapat disimpulkan apakah orang tersebut pantas atau layak untuk menjadi seorang profesional dalam bidang tertentu atau tidak.
2. Memiliki Kode Etik untuk Menjalankan Profesinya
Sebagai seorang profesional, dalam melaksanakan tugas profesinya maka ia harus dibatasi oleh kode-kode etik tertentu. Hal tersebut memiliki tujuan, yaitu agar seorang profesional tidak berlaku sewenang-wenang ataupun memanfaatkan keahlian profesinya tersebut. Tentu saja, kode etik bagi setiap profesi berbeda-beda dan disesuaikan dengan profesinya. Contohnya kode etik dokter tentu saja berbeda dengan kode etik jurnalis ataupun dokter.
3. Memiliki Keterampilan serta Pengetahuan Khusus
Seseorang yang bekerja serta memiliki profesi tertentu, memiliki keterampilan dan pengetahuan khusus yang sesuai dengan bidangnya. Maka artinya, profesi bukanlah pekerjaan yang dapat dilakukan oleh seseorang yang serba tahu atau bisa melakukan apa saja, tetapi seorang profesional telah memiliki keterampilan dan pengetahuan khusus yang berkaitan dengan bidangnya.
Mereka yang memiliki profesi telah menempuh jalur pendidikan serta mungkin saja telah mengikuti berbagai macam pelatihan yang panjang maupun banyak. Maka tidak heran, jika seorang profesional memiliki pendidikan tinggi.
4. Pada Umumnya Bekerja Demi Kepentingan Umum
Beberapa profesi pada umumnya akan dihubungkan dengan kepentingan umum. Maka dengan kata lain, seorang profesional biasanya bekerja untuk kepentingan umum. Contohnya seperti profesi guru yang bekerja untuk mendidik siswa ataupun generasi penerus bangsa.
Ada pula profesi dokter yang bertugas untuk membantu orang ketika mengalami berbagai macam permasalahan kesehatan. Hal ini tentu sama seperti polisi ataupun pengacara dan profesi lainnya.
5. Memiliki Lisensi
Seperti yang Grameds ketahui, bahwa profesi dianggap sebagai sebuah pekerjaan yang profesional serta tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang. Hanya orang yang telah menempuh pelatihan khusus serta pendidikan yang sesuai saja lah yang dapat mendapatkan gelar tersebut.
Oleh sebab itulah, seseorang yang memiliki profesi juga harus memiliki lisensi pekerjaan yang berkaitan dengan bidangnya. Lisensi tersebut digunakan sebagai salah satu bukti, bahwa orang tersebut memang telah berkompeten dalam bidang profesinya.
6. Memiliki Otonomi Kerja Sendiri
Seseorang yang memiliki profesi harus memiliki otonomi kerjanya sendiri. Maka artinya, orang tersebut bekerja sesuai dengan teori yang telah disepakati bersama dan telah dikuasai selama pendidikan maupun pelatihannya. Jadi, langkah yang diambil oleh setiap profesi tidak akan terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya.
7. Tergabung dalam Asosiasi Resmi
Pada umumnya, orang yang memiliki profesi tergabung dalam asosiasi resmi yang telah diakui oleh pemerintah. Asosiasi tersebut memiliki fungsi untuk dapat mengatur anggotanya, termasuk dalam menjaga agar kode etik yang telah disepakati dilaksanakan bersama-sama. Beberapa contoh dari asosiasi profesi adalah PGRI yang ditujukan bagi guru, IDI untuk profesi dokter dan lain sebagainya.
8. Memiliki Standar Moral yang Tinggi
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa profesi pada umumnya berkaitan dengan pengabdian pada masyarakat atau pelayanan pada masyarakat, oleh sebab itu, profesi memiliki kaidah dan standar moral yang tinggi di dalamnya. Hal ini umum dan telah diatur pada setiap kode etik profesi yang dijalani.
9. Memiliki Status dan Imbalan Tinggi
Seseorang yang memiliki profesi, biasanya mendapatkan gelar tersebut tidak secara cuma-cuma. Artinya orang tersebut harus berusaha untuk mendapatkan gelar profesi tersebut dengan cara menempuh pendidikan, mengikuti berbagai macam pelatihan serta mengikuti uji kompetensi. Oleh sebab itu, biasanya profesi memiliki imbalan atau penghasilan yang tinggi.
Seseorang yang memiliki profesi juga akan meraih status tinggi di masyarakat, prestise. Kedua hal ini, dianggap sebagai pengakuan pada layanan yang diberikan oleh seorang profesional pada masyarakat.
10. Layanan Publik dan Mengatur Diri
profesi tentu tergabung dalam organisasi profesi, sebab karakteristik profesi adalah mampu mengatur organisasi sendiri tanpa ada campur tangan pemerintah. Professional diatur oleh para senior, praktisi yang dihormati maupun orang-orang yang telah memiliki kualifikasi paling tinggi.
Profesional mendapatkan penghasilan jika mampu mempertahankan pekerjaannya dengan kebutuhan publik. Contohnya seperti layanan dokter yang memiliki kontribusi pada kesehatan masyarakat.
KESIMPULAN
Dari informasi di atas dapat diketahui bahwa etika dan moral itu sangat perlu dan penting bagi seorang Jadi, Etika profesi dalam bidang keteknikan adalah keseluruhan tuntutan moral yang harus ada dalam pelaksanaan sebuah profesi keteknikan.
Sederhananya, etika profesi adalah segala aturan dan norma yang nantinya mengatur segala tindakan ataupun keputusan yang dilakukan oleh seorang teknik
Perlunya etika profesi dalam bidang keteknikan adalah dengan adanya etika profesi seorang teknik akan memiliki batasan dalam bertindak sehingga akan lebih memprtimbangkan segala tindakannnya dalam rangka kesejahteraan dan ketentraman hidup orang banyak.
Seorang teknik yang mempunyai etika profesi yang baik tentunya akan bertanggung jawab atas tindakan yang ia lakukan. Selain itu, dapat menjaga kelakukan dan kejujuran atas apa yang dilakukannya. Sehingga apa yang dilakukannya semata-mata dilakukan bukan hanya untuk mendapat kan keuntungan tapu juga untuk mendapatkan kesejahteraan dan kemakmuran hajat hidup oarang banyak.
Kurangnya pemahamn tentang etika profesi sangat mempengaruhi terjadinya sebuah kecelakaan seperti yang terjadi pada reactor nuklir milik ukraina 24 tahun lalu. Lambatnya dalam mengambil tindakan pencegahan menunjukkan kurangnya etika profesi yang dimiliki, yang mengakibatkan timbulnya korban bukan hanya terhadap kita tapi berdampak kepada orang lain dan juga alam.
Keprofesionalan juga sangat mempengaruhi. Tidak professional diakibatkan karena kurangnya pengetahuan yang menunjang kinerja kita, atau kurang totalnya kita dalam melaksanakan tugas kita.
Komentar
Posting Komentar